#Semoga Semakin

Sebelum memasuki hari ke 12 bulan kedelapan, ingin kuungkapkan sebuah cerita tentang sebuah anak. Yah sebuah anak yang dilahirkan dari seorang ayah dan ibu dari keluarga sederhana beberapa puluh tahun silam. Seorang bayi yang di kandung oleh seorang ibu selama 9 bulan tanpa lelah. Dan di rawat oleh seorang ayah yang gigih untuk bekerja keras agar anaknya kelak lahir menjadi anak yang berbakti. Dan akhirnya 11 bulan kedelapan lahir seorang bayi dilahirkan di dunia ini yang diharapkan kelak menjadi anak yg berguna bagi ayah dan ibu.
Dan kini anak itu telah beranjak dewasa, entah apa yg telah ia lakukan selama ini selama hampir 20an tahun, seingat saya anak itu pernah membuat tangis ibunya sendiri ketika ia lulus SMP, dimana saat pengumuman kelulusan nama anak itu di panggil setelah beberapa temanya di panggil, seingat saya anak itu di panggil pada urutan ke empat untuk maju kedepan mimbar kepala sekolah. Dan kulihat ibu dari anak tersebut berdiri ketika nama anaknya di panggil dan terluhat ibu itu meneteskan air mata, yah anak itu mendapatkan peringkat terbaik saat kelulusan katanya.
Hingga saat lulusan SMA kulihat lagi ibu itu meneteskan air mata ketika harus kesekolah dan membayarkan uang SPP anak itu, ditambahkan lagi anak itu mendapatkan dua buah surat dari BK seingat saya. Kulihat dan kutatap lagi ibu itu ketika membaca surat tersebut,  setelah membayarkan beberapa rupiah untuk melunasi tunggakan SPP menetes air mata lagi. Yah anak itu mendapatkan surat tanda lulus dan satu lagi surat di terima di perguruan tinggi negeri.kenapa slalu membuat ibu itu menangis tangisan haru yang kadang membuat saya sendiri yg melihatnya terasa ingin meneteskannya pula.
Hingga saat ini apa yang sudah di perbuat anak itu kepada ibunya, entahlah. Sampai akhirnya tepat hari ini kenangan akan kelahiran hingga proses menjadi saat ini, selau beranjak tumbuh dan tumbuh lagi, dan anak itu adalah saya. Saya yg masih selalu saja merepotkan, saya yg masih saja membuatmu sedih, dan saya yg hampir selalu saja merepotkan. Hufh apa yg telah saya perbuat sampai saat ini, bisakah saya membanggakan, bisakah saya membalas semua kebaikan yg telah engkau berikan. Saya pikir saya tidak akan pernah mampu membalas semua. Hanya ucapan syukur yg mungkin slalu saya ucapkan atas semua yg telah di berikan ayah ibu adik keluarga teman sahabat dan semua hal yg membuat saya selalu berproses. Saya bukan siapa-siapa emang tapi saya ingin slalu memberikan yg terbaik di sisa waktuku yg masih di berikan. Hingga malam sebelum hari ini 10 bulan kedelapan saya mendapatkan sebuah sms dari teman kecil saya di kalimantan yah sebuah sms yg berkata semoga sukses teman, sebuah doa yg tentunya aku amini. Hingga saya membaca runing text sebuah kutipan dari sebuah video nonalisa yg berjudul tentang hidup, memang tak pernah bosan saya membacanya dan melihatnya. Kudapatkan sebuah kata yg sangat bermakna buat ku pribadi.
Di setiap rencanaMU aku tau itu yg terbaik bagiku tuhan, jgn kau kurangi beban yg kau beri tp kuatkalah bahu ini agar selalu tegar”
“Menjadi tua bukanlah hal yg menyedihkan, yg menyedihkan bila kita menjadi tua & menyia-nyiakan masa muda kita”
Membuat saya benar benar berfikir san memang seharusnya berfikir 30 tahun kemudian saya akan menjadi apa di tentukan dari apa yg saya lakukan di masa mudaku saat ini. Berharap atas kesederhanaan ini masih dapat semakin membahagiakan orang lain ayah ibu tentunya keluarga dan orang-orang di sekitarku. Sampai siang menjelang ingin ku coba sampaikan rasa terima kasihku dalam beberapa kata.
“Memory kembalikan, pd bbrp taun lalu seorang ibu melahirkan bayi kecil yg telah di kandungnya 9 bulan, pertaruhkan nyawa untuk anak yg polos”
“ini anak itu telah beranjak besar, dan slalu berfikir. Apakah sudah aku membahagiakanmu ibu? yg tak mungkin sekalipun bs mnglhkn pengorbananya”
“Brapa puluh taun perjlanan yg mngkin masih srg kali mengecewakn bukan membahagiakan. Sring buat ibu sedih, bahkan membuat air matamu menetes”
“Maafkan atas smw tingkah laku. Percayalah doamu akan slalu terkabulkan. Kelak air mata itu akan mnjadi air mata bangga”
“Maafkan pula atas kenakalan2ku, atas amarah sesaatku, atas ke tidak patuhanku. Lihatlah kini aku berproses menjadi orang yg lebih baik”
“Berproses utk mnjadi pribadi yg akan membuatmu kelak tersenyum dan berkata. "Bangga Ini Anakku yg ku kandung 9 bulan, bbrp tahun yg lalu"
“Terima kasih ibu yg telah mendidikku, trimakasih bpkku yg tlh mgajarkan arti hidup.terima kasih sekitarku yg mengajarkan arti berbagi”
“Dan terima kasih atas masa lalu, pengalaman hidupku, dan smw hal yg ter ajarkan. Pasti akan kuwujudkan smw mimpi-mimpi itu”
“Terima kasih allah tuhanku yg masih memberiku waktu hingga saat ini, nafas ini, hidup ini dan semua hal yg luar biasa ini”
“Thanks. I Love U All. :)”

Semoga  Semakin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Mana mungkin bisa? but it's real!

#I love you're a part of my life

#Senyumkan Sekitar