#BICARA MIMPI TAKAN PERNAH HABIS

             Setelah beberapa waktu yang cukup panjang saya tidak menuliskan sesuatu, bahkan hampir beberapa waktu yang melebihi satu bulan sebelumnya, hmm mungkin saya terlalu sibuk mencari hal-hal untuk mendapatkan beberapa rupiah untuk sebuah gubuk kecilku kelak. Bahkan karena hal itu penggalan-penggalan arsip kuliah panjangku yang harusnya selesai tepat waktu tak dinyana harus sedikit melebihi dari waktu yg telah di tentukan. Entahlah AKU KUDU SEMANGAT. MBOH PIE CARANE. Yah tepat pagi ini di akhir tanggal bulan ke tujuh sebelum memasuki kedelapan, benar-benar ingin beceloteh tentang sebuah DREAM. Yah mimpi. Entah angin apa ketika saya benar-benar ingin menuliskan ini.
Tepat hari sebelumnya di suatu sore menjelang senja datang. Sahabat saya dari daerah sawah lunto kotamadya sumatra barat sana, mengajak saya berbuka bersama, kebetulan bulan ramadhan. Hmm dan saya pun mengajak seseorang yang dulu saya mencarinya beberapa waktu, yah dia yang saya ceritakan pada part sebelumnya dalam ceritaku, seseorang yg cukup mengasyikan ketika saya bilang. Tapi kali ini saya bukan menceritakan bagaimana kita buka bersama dll. Loh apa hubunganya dengan kata yg saya sebutkan “mimpi” ? . Entah kebetulan atau tidak sebelum saya menjemput dia yang merupakan mojang bandung sebelum kita menuju ke tempat buber bersama teman saya. Di sebuah lampu merah entah lupa namanya di sekitar daerah sekitar pom bensin sebelum menuju ke XT Square. Lampu berwarna merah menghentikan kendaraanku beberapa saat. Detik waktu menunjukan kurang lebih sekitar 60 detik. Tepat di depanku terlihat mobil yang cukup mewah, mungkin sejenis city car dengan seorang pemuda di dalamnya. Hingga ada seorang anak laki-laki kecil mungkin sekitar SD menghapiri mobil tersebut. Tampak dari belakang mobil saya memperhatikan anak itu. Memang jalanan saat itu terlihat sepi karena hanya ada mobil tersebut dan kendaraan saya di belakangnya. Anak kecil yang meminta-minta yang seharusnya mereka duduk di bangku sekolah, sore berada di mesjid untuk mendapatkan ilmu agama, atau bahkan di bulan ramadhan berada di masjid untuk bermain, mengaji bersama teman sebayanya menunggu bedug magrib tiba. Tidak untuk anak ini dengan baju yang lusuh, dengan muka yang di penuhi debu, peluh yang mungkin selalu menetes hanya untuk mendapatkan sesuap nasi.
Ku perhatikan dan entah mendapatkan apa yang ia cari atau tidak anak tersebut pergi dari kendaraan tersebut. Dan menghampiri saya di belakang city car tersebut. Lampu merah masih menunjukan 30 detikan, tanpa pikir panjang saya ajak ngobrol si anak.
S:  dek. Kamu sekolah enggak?
A: Enggak mas.
S:  lah kenapa g sekolah?
A: Lah mau gmana lagi mas, hidup makan saja susah.
Waktu merah pun semakin menipis dan obrolan pun terhenti. Sembari tersenyum dan memberikan sedikit yg mungkin buat dia sangat berarti. Yah kembali terfikir sepanjang perjalanan bahwa hidup itu indah bukan mudah. Mungkin anak ini punya mimpi tapi keadaan dan kerasnya hidup harus membuat mereka hidup diantara kerasnya jalanan, panasnya terik matahari. Susahnya untuk mencari makan bahkan untuk sekolah. Tapi saya yakin anak ini punya mimpi, yah mimpi besar semoga kelak kamu menjadi anak yang membanggakan yah adek.
Kembali beberapa tahun yang lalu tentang sebuah mimpi saya, yag sebuah  mimpi-mimpi yang saya tuliskan dalam sebuah coretan dalam dinding-dinding kamar. Yang dulu saya pernah berikir apa mungkin ya saya bisa kuliah, bisa ini bisa itu.  Dengan keadaan yang seperti ini. Yah mimpi-mimpi yang mungkin sahabat-sahabat teman yang pernah masuk kedalamnya akan membaca mimpi-mimpi saya di dinding kamar. Tapi memang Allah maha adil dan mengetahui satu persatu dapat tercapai walaupun bukan dalam waktu yang singkat dan dengan jalan yang berbeda dr apa yang kita bayangkan. Bahkan ada rencana lain yang diberikan bahkan lebih indah dan punya cerita berbeda dari apa yng kita rencanakan sendiri. Hmm tentang yang paling besar dan mencolok di dinding kamar adalah sebuah tulisan AKU HARUS SUKSES, HARUS PUNYA RUMAH DI BANDUNG. Sejak semalam ada beberapa teman menanyakan kenapa harus di bandung? Kenapa gag yg lain. Hmm mungkin sedikit share tentang kenapa saya sangat suka kota ini sejak kecil. Dimana saya harus mulainya yah untuk mejabarkan hal ini. Mungkin dari beberapa tahun yg lalu, maybe. Ketika sebuah obrolan kecil tentang sebuah rumah yang mana di depanya ada kebun teh yang sangat luas dengan sebuah rumah dengan  sebuah keluarga kecil yang bahagia, dimana bisa berbagi mengisi dan belajar tentang hidup. Yah mungkin bisa jadi di awali dari hal itu, dan di kuatkan dengan ingin pergi ke tanah kelahiran bapakku. Hahah sudah lama sekali memang yag disana di bandung. Walaupun beliau tak lama di sana dan harus pergi ke pulau lain baru kemudian menetap di yogyakarta. Hingga semakin kuat ketika saya harus kesana dengan sahabat saya juga beberapa waktu yang lalu untuk sekedar melepas penat melihat PERSIB BANDUNG dengan euforia yang mengagumkan sepanjang jalan. Haha memang demam bola bisa gila kali lama-lama, hingga bertemu dengan kawan yang sudah cukup lama tidak ketemu disana. Dimana kita bercerita tentang kota ini, yang mana teman saya ini saat ini sudah menetap disana.
Ketika saya harus kesana sendiri dalam waktu 2 hari minggu saya ke bandung senin sore balik ke jogja. Ada cerita tersendiri di dalamnya di dalam kereta, bertemu teman-teman baru. Bertemu dosen asal malang kalo gag salah sih brawijaya seingatku. Hingga bertemu seorang pensiunan yang baru saja menjalankan umroh. Bercerita tentang kota ini. Yah kota dengan banyak pegunungan di kanan kiri ketika kita akan kesana. Mungkin kelak ini akan menjadi kota kedua buat saya setelah Yogyakarta, entahlah hanya tuhan-lah yang tahu kata Vino G. Sebastian. Bicara tentang mimpi memang takan pernah habis yah. Mimpi mimpi besar yang ingin kita capai. Dan mimpi terdekatku adalah segera menyelesaikan studyku insyaallah tahun ini. Entah setelah itu aku akan menjadi siapa, dimana, dan kapan berharap tetap menjadi pribadi yang sederhana dan apa adanya saja. Semoga kelak menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitar, tak perlu muluk-muluk harus punya mobil mewah, rumah tingkat dll, itu semua proses dan di mulai dari yang kecil yah sebuah gubuk kecil yang harus dimulai dari sekarang untuk mendapatkanya dengan kerja keras. Jangan malu hidup sederhana lah pokoknya. Jangan berhenti bermimpi guys, semoga kelak kita bisa berbagi.
Sepenggal mimpi dari saya, bagaimana seorang anak yang saya temui mengingatkan kembali bagaimana mimpi-mimpi itu masih ada dan must become true! Dulu yang saya tak pernah berfikir bisa melanjutkan kuliah ternyata bisa entahlah Tuhan memang maha adil. Selama kita mau berusaha pasti bisa. Indonesia punya mimpi, anak-anak indonesia orang besar. Jangan takut bermimpi. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Mana mungkin bisa? but it's real!

#I love you're a part of my life

#Senyumkan Sekitar