#30-1 Part "Kabar Lulus-Ku"

-
Selamat buat temen-temen SMA yang mnerima berita gembira hari ini, yah sebuah kabar "kelulusan" untuk kalian semoga membanggakan

-
Kelulusan SMA memutar ulang memory ku ke sekitar 3 tahun yang lalu saat pengumuman yg sama di sekolahku

-
Sampai di sekolah yg kucintai saat tman lainya merayakan kelulusanya saya belum bisa menerima hasil kelulusan saya, sedih rasanya

-
Gurupun juga seakan mengiyakan untuk saya tidak mengetahui hasil saya hari itu, hmm ada apa gerangan, apa saya tidak lulus?

-
Teringat salah satu guru menghampiri saya dan mengatakan bahwa SPP saya saat itu masih belumterbayarkan beberapa bulan

-
Bukan karena saya menyelewengkan uang itu, atau mnggunakan untuk hal lain, tapi memang keadaan wkt itu n saya tak mw merepotkan 

-
saya pulang dengan membawa kabar yg berbeda dgn teman yg lain disaat mereka berbahagia saya pulang dgn kabar hampir putus asa

-
Teringat ibu saya ketika saya bercerita mengenai SPP saat itu begitu cemasnya beliau karena hal itu, hingga mencari ke sana sini

-
Hingga hari berikutnya saya tiba ke sekolahan dgn ibu saya langsung menuju ke bagian pembayaran SPP,

-
Sekitar beberapa uang 100 ribuan dan 50 ribuan serta 20 ribuan total sekitar satu jutaan lebih terbayarkan di loket itu

-
Setelahnya kami bergegas menemui wali kelas saya meminta amplop formalitas tanda kelulusan, dan gurupun menyerahkanya

-
Disela pemberian itu sang guru sambil berkata, selamat ya bu, semoga bsk mas moko bs jd guru di sekolah ini, ingat jelas pesan itu

-
Terlihat wajah ibu saya lega mndengr kabar itu, tiba2 kami d panggil teman saya saat itu juga di suruh ke BK, entah apa lagi ini

-
Ya Tuhan apa lagi ini. saya pun masuk ke ruang BK dan di sana sudah terduduk beberapa teman saya juga dengan wajah tertegun

-
Guru BK pun membuka obrolan dgn senyuman, dan kamipun di beri amplop masing2 oleh sang guru, amplop apa ini..

-
Kubuka perlahan amplop itu dan kubaca dr awal sampai akhir, akupun tak kuasa menahan air mata yg tertahan.

-
Yah sebuah kabar saya masuk di perguruan negeri yogyakarta tanpa melalui tes, masuk dalam sebuah program PBU saat itu

-
Bergegas ku hampiri ibuku dan ku serahkan amplop itu, dan di baca oleh ibu ku, kulihat air matanya mulai berkaca-kaca

-
Maafkan aku ibu sudahkah aku membanggakan ato malah merepotkan maafkan sekali lagi, sy fikir sy belum membanggakan

-
Yah hari itu teringat H+1 setelah kelulusan baru menerima kabar saya lulus dan amplop dari perguruan tinggi negeri seberang.

-
Hari itu saya mendpatkan 2 amplop putih yang membuat ibu saya sedih, maafkan saya ibu

-
Sebuah amplop putih kelulusan yang hanya bertuliskan "LULUS" tanpa ada hasil ujian disana, sng sih tapi apakah hasil memuasakan?

-
Hingga beberapa hari menjelang wisuda di sekolahku, pengumuman nilai pun keluar dan di pampangkan di papan

-
Kulihat teman-teman bersuka cita, dan saya belum melihat hasilnya karena antrian cukup banyak saat it

-
Sampai akhirnya saya mampu melihatnya kulihat dan saya langsung bersyukur ketika mengetahui hasil kerja keras saya selama ini

-
Yah sebuah target yg saya ucap ketika lulus SMP agar niai lulus SMA ku lebih baik, dan Thx God Its Real

-
Sebuah nilai sapu bersih untuk mata pelajaran itu yg saya targetkan, senang sih, dan banyak teman2 dgn nilai yg hebat2 juga

-
Pulang kusampaikan lagi kepada orang tuaku, hmm sekali lagi saya membuat orang tua sedih. Semoga kelak sy bisa lebih membanggakan

-
Sedikit based on my true story ketika kelulusan itu saya terima beberapa tahun yg lalu.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Mana mungkin bisa? but it's real!

#I love you're a part of my life

#Senyumkan Sekitar